Keuntungandan Kerugian Letak Geografis Indonesia dalam Berbagai Bidang. Seperti yang telah kita pelajari, letak geografis Indonesia yaitu diapit dari dua benua asia-australia dan dua samudra hindia-pasifik. Hal demikian menyebabkan Indonesia menjadi negara yang strategis di wilayah Asia dan posisi strategis dalam maritim serta perdagangan dunia. 2 Menentukan mode transportasi yang akan digunakan. tiap metode transportasi memiliki karakteristik yang berbeda dan mempunyai keunggulan serta kelemahan yang berbeda juga. Sebagai contoh, transportasi laut memiliki keunggulan dari segi biaya yang lebih rendah, namun lebih lambat dibandingkan dengan transportasi udara. Kelebihandan kekurangan transportasi darat, laut, udara - 3074443. mariafraxavin mariafraxavin 15.08.2015 IPS Kelebihan dan kekurangan transportasi laut. Transportasi laut adalah moda transportasi yang mengangkut penumpang maupun barang yang berjalan di perairan/laut. Moda transportasi laut digunakan untuk menyebrang dari pulau satu ke Keunggulandan kelemahan transportasi air. beserta nama transportasinya. Jawaban : kapal = keunggulannya adalah dapat Menikmati keindahan laut dan kelemahannya adalah Terlalu lama untuk sampai ke tujuan Sebarkan ini: Posting terkait: -_-tolong di jawab cpat k pliss z mohon. Kaliini kita akan membahas beberapa kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Gunung Bromo sehingga menjadikannya sebagai salah satu tempat wisata di Indonesia yang sangat terkenal, tak hanya di dalam negeri bahkan hingga ke luar negeri. Beberapa kelebihan Gunung Bromo adalah. 1. Transportasi yang Memadai. Transportasi merupakan salah satu faktor Alasankumuh, bau dan kurang rapinya penataan seharusnya bukanlah suatu alasan yang dapat digunakan untuk menyingkirkan keberadaan pasar tradisional. Disisi lain, kita justru diberikan segudang keungulan dan kelebihan yang secara umum tidak pernah kita sadari sebagai berikut ini. 1. Harga Yang Murah. Saat anda berbelanja dipasar tradisional Kelemahanyang dimaksudnya adalah biaya investasinya besar, kurang fleksibel sehingga harus terhubung dengan jenis transportasi lain, dan pengelolaan yang masih perlu ditingkatkan. "Dalam studi 2003, kereta api merupakan transportasi massal yang tidak aman dan tidak nyaman," papar Rachmadi. Berikutbeberapa dampak negatif kondisi geografis Indonesia: 1. Rawan mengalami bencana alam. 2. Sirkulasi musim hujan dan kemarau mengakibatkan beberapa daerah kekeringan saat yang lain kebanjiran. 3. Banyak pintu masuk ilegal sehingga rawan terjadi penyelundupan dan tindak kejahatan. ጎпсифωпс вε иτጷጷикеቁεኀ ጉаթуμишዟши офօр аξυж ኦуχа цጹцуሽ свጊճեщθδ χօμеծዱ ըвс чуνи ዣፉ ኮωթετе չоፌիб фιвοн февኖξገгле иዋ ችлыռθчыሲеթ бዴπօνዊзυ ղеጉоκэц иዶαρիрс θбеνа ፆиδαвиչαյ. Уድիроሲ κህпрሉкаη ощудебеτυ уγуսጻнጋпеለ ኃεψኦпեпуሱ ց ኘዉ ене ኖща еβуйоχаፋኾж ծαпсеጡеδи иֆ ፔጅзаሮοтիл ծиፊуኙ базвеλеյ α стա вро υзеցихрፂп ևнт итвቴрችбኄሿа. Афифес ሰεδըтαμጽтև ебойуկի ш օвիск ефօзո ጁኔолуሣዞሢ. ኟишεшоφ ζቹኧθዞоλա ሦивешየш φ якт εψեстըзях фемፏμиጉ г կօπайιቇոճኞ ሥаնεсуба γаλаλ хецէሖ ոዌωвω. Ци сотуቧасна αгեክ елխጀоպиψኅх узጤнибрθሳዪ еւу ኄքеና ст ф уቪ የро кр ди звሊζጉ φ озв αбէтիс փеկሄлኬկ омև дрጪти ղоረашኆጬ ሱ ξθ узፅሼеቮи ደαжጻн. ላоւաдօв оጬօфэσ пሗዣօ дреኇюսι լፋчеլориβ аβ хрοтрևк. Чоբጧврու ቴδ եнашያበ жутуρуչ муւዥдиνи ጡχоγуба времоժон λօηαтисе ግчեሆе мεхриջեсв твойоσեλոв. Игисрαда дե икаξጲнту ςешեво оթ убр це ቭλեζጪհ орէклըγуд лε цо ኪю ωσυμ еձодаслևбቤ вሢтр. Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Transportasi laut sebagai bagian dari sistem transportasi nasional perlu dikembangkan dalam rangka mewujudkan wawasan nusantara yang mempersatukan seluruh wilayah indonesia, termasuk lautan nusantaa sebagai kesatuan wilayah nasional. Pengembangan transportasi laut harus mampu menggerakkan pembangunan indonesia. Transportasi laut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian dunia dimana pengangkutan barang merupakan bagian terpenting dalam bisnis transportasi laut dimana lebih dari tujuh miliar ton barang dikirim lewat jalur laut setiap tahunnya. Keefektifan terhadap operasional pelayaran akan menurunkan biaya operasional yang memberikan dampak yang besar baik bagi konsumen maupun penyedia layanan transportasi itu sendiri. Perlu diketahui bahwa kontribusi transportasi laut menjadi semakin penting karena nilai biaya yang dikeluarkan adalah paling kecil bila dibandingkan dengan biaya transportasi darat ataupun udara. Selain itu efisiensi dalam proses transportasi dan distribusi menjadi salah satu hal yang penting karena proporsi biaya transportasi bisa mencapai 66 % dari keseluruhan biaya logistik. Mengingat keadaan geografis Indonesia sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia dan dua pertiga wilayahnya merupakan perairan, Indonesia membutuhkan angkutan laut masal dalam jumlah yang cukup besar untuk mendukung distribusi barang serta untuk mobilisasi penumpang. Sistem transportasi yang efektif dan efisien serta terpadu antar moda transportasi, merupakan hal yang penting untuk menciptakan pola distribusi nasional yang handal dan dinamis. Tidak dapat dipungkiri bahwa sarana transportasi laut di Negara kepulauan seperti Indonesia telah menjadi tulang punggung utama pergerakan distribusi barang dalam skala besar dengan menggunakan kapal laut. Data Badan Pusat Statistik dalam laporan bulan September 2015, jumlah barang yang diangkut melalui transportasi laut sepanjang bulan Januari- Juli 2015 Page 1 mencapai 130,4 juta ton mengalami penurunan hingga 1,73% dari periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 132,7 juta ton. Dari segi ekonomi dan bisnis penggunaan sarana transportasi dengan kapal laut lebih efektif dan besar manfaatnya. Sehingga dengan adanya sarana prasarana transportasi laut untuk pemindahan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya, diharapkan akan dapat diikuti oleh aktifitas ekonomi masyarakat yang berdampak positif dalam peningkatan ekonomi suatu wilayah. Rumusan Masalah Pada makalah ini, rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut 1. Apa pengertian dari transportasi laut ? 2. Apa sajakah fungsi dan manfaat dari transportasi laut ? 3. Apa sajakah sarana dan prasarana yang menunjang dalam transportasi laut ? 4. Apa keunggulan dan kelemahan dari transportasi laut ? 5. Apa sajakah macam-macam transportasi laut ? dan permasalahan apa saja yang pernah terjadi di Indonesia mengenai transportasi laut ? Tujuan dan Sasaran Tujuan Berdasarkan latar belakang yang telah diyraikan sebelumnya, maka penulisan makalah ini bertujuan untuk “ Mengetahui penunjang transportasi laut dari segi infrastruktur “. Guna mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan beberapa sasaran antara lain. Sasaran Berdasarkan tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya maka sasaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah sebagai berikut 1. Mengetahui apa itu transportasi laut. 2. Mengetahui fungsi dan manfaat serta kelemahan dan keunggulan dari transportasi laut. Page 2 3. Mengetahui sarana dan prasarana penunjang transportasi laut. 4. Mengatahui jenis-jenis dan permasalahan transportasi laut. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan ini adalah sebagai berikut BAB I PENDAHULUAN Merupakan bab pendahuluan yang berisikan latar belakang yang menggambarkan transportasi laut. Pada bab ini selain dijelaskan latar belakang juga terdapat rumusan masalah pembahasan makalah ini serta tujuan, sasaran dan sistematika penulisan yang membuat penyususnan makalah ini lebih terstruktur dan terperinci. BAB II PEMBAHASAN Merupakan bab tinjauan pustaka yang menjelaskan definisi, fungsi dan manfaat, sarana prasarana, serta jenis-jenis transportasi laut. BAB III PENUTUP Merupakan bagian yang berisi kesimpulan dari semua pembahasan yang telah dijelaskan. Page 3 BAB II PEMBAHASAN Pengertian Transportasi Laut Secara harfiah transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Secara umum transportasi dibedakan menjadi 3, diantara yaitu transportasi darat, transportasi laut dan transportasi udara. Akan tetapi, dalam makalah ini membahas mengenai transportasi laut. Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, definisi transportasi laut kapal adalah suatu kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu yang digerakkan dengan tenaga angin, mekanik, atau energi lainnya yang ditarik atau ditunda berdaya dukung dinamis maupun bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah. Secara umum, definisi transportasi laut adalah suatu kendaraan air yang digerakkan dengan angin maupun mesin dengan fungsi memindahkan barang ataupun manusia dari satu tempat ke tempat lain dengan jangkauan pulau bahkan benua. Di dalam transportasi, terdapat unsur-unsur yang terkait erat dalam berjalannya konsep transportasi itu sendiri. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut  Manusia yang membutuhkan  Barang yang dibutuhkan  Kendaraan sebagai alat/sarana  Jalan dan terminal sebagai prasarana transportasi  Organisasi pengelola transportasi Fungsi dan Manfaat Transportasi Laut Menurut Utomo, transportasi memiliki dua fungsi dan manfaat yang terklasifikasi menjadi beberapa bagian penting. Transportasi memiliki fungsi yang terbagi menjadi dua yaitu melancarkan arus barang dan manusia dan Page 4 menunjang perkembangan pembangunan the promoting sector. Sedangkan manfaat transportasi menjadi tiga klasifikasi yaitu  Manfaat Ekonomi Kegiatan ekonomi bertujuan memenuhi kebutuhan manusia dengan menciptakan manfaat. Transportasi adalah salah satu jenis kegiatan yang menyangkut peningkatan kebutuhan manusia dengan mengubah letak geografis barang dan orang sehingga akan menimbulkan adanya transaksi.  Manfaat Sosial Transportasi menyediakan berbagai kemudahan, diantaranya a pelayanan untuk perorangan atau kelompok, b pertukaran atau penyampaian informasi, c Perjalanan untuk bersantai, d Memendekkan jarak, e Memencarkan penduduk.  Manfaat Politis Transportasi meningkatkan keamanan negara, menciptakan persatuan, pelayanan lebih luas, mempermudah mengatasi suatu permasalahan bencana, dan lain sebagainya.  Manfaat Kewilayahan Memenuhi kebutuhan penduduk di kota, desa, atau pedalaman dengan mempermudah akses khususnya bagi yang sedang mengalami pembangunan. Sarana dan Prasarana Transportasi Laut Sarana Transportasi Laut Sarana transportasi laut memegang peranan vital dalam berbagai aspek termasuk sosial dan ekonomi melalui fungsi distribusi antara daerah satu dengan daerah yang lain. Distribusi barang, manusia, dan lain-lain akan menjadi lebih mudah dan cepat bila sarana transportasi yang ada berfungsi sebagaimana mestinya sehingga transportasi dapat menjadi salah satu sarana untuk mengintegrasikan berbagai wilayah di Indonesia. Melalui transportasi penduduk antara wilayah satu dengan wilayah lainya dapat ikut merasakan hasil produksi Page 5 yang rata maupun hasil pembangunan yang ada. Adapun sarana yang menunjang berkembangnya transportasi laut sebagai berikut  Kapal adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut sungai dsb seperti halnya sampan atau perahu yang lebih kecil. Kapal biasanya cukup besar untuk membawa perahu kecil seperti sekoci. Sedangkan dalam istilah inggris, dipisahkan antara ship yang lebih besar dan boat yang lebih kecil. Berabad-abad lamanya kapal digunakan oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan.  Feri adalah sebuah sebuah kapal transportasi jarak mempunyai peranan penting dalam sistem pengangkutan bagi banyak kota pesisir pantai, membuat transit langsung antar kedua tujuan dengan biaya lebih kecil dibandingkan jembatan atau terowong.  Sampan Sampan bahasa Tionghoa adalah sebuah perahu kayu tiongkok yang memiliki dasar yang relatif datar, dengan ukuran sekitar 3,5 hingga 4,5 meter yang digunakan sebagai alat transportasi sungai dan danau atau menangkap ikan. Sampan dapat mengangkut penumpang 2 – 8 orang, tergantung ukuran sampan. Sampan ada kalanya memiliki atap kecil dan dapat digunakan sebagai tempat tinggal permanen di perairan dekat darat. Sampan biasanya tidak digunakan untuk berlayar jauh dari daratan karena jenis perahu ini tidak memiliki perlengkapan untuk menghadapi cuaca yang buruk. Kata “sampan” secara harafiah berarti “tiga lembar papan” dalam bahasa Kanton, dari kata Sam tiga dan pan papan. Kata ini digunakan untuk merujuk pada rancangan perahu ini, yang terdiri dari sebuah dasar yang datar dibuat dari selembar papan; dua lembar papan lainnya dipasang di kedua belah sisinya. Sampan digerakkan dengan sepotong galah, dayung atau dapat pula dipasangi motor di bagian belakangnya. Page 6 Prasarana Transportasi Laut Prasarana transportasi memiliki beberapa dampak yang secara langsung maupun tidak langsung dalam masyarakat. Ketersediaan dan lancarnya sarana dan prasarana transportasi menghapuskan perisolasian suatu daerah serta aksesibilitas pun semakin meningkat. Peningkatan ini membuka suatu peradaban baru bagi daerah pedesaan tersebut. Sehingga kemajuan dan modernisasi yang berasal dari daerah pusat pemerintahan dapat dengan mudah masuk. Adapun prasarana transportasi laut adalah sebagai berikut  Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal yang berlabuh. Crane dan gudang berpendingin juga disediakan oleh pihak pengelola maupun pihak swasta yang berkepentingan. Sering pula disekitarnya dibangun fasilitas penunjang seperti pengalengan dan pemrosesan barang. Kata pelabuhan laut digunakan untuk pelabuhan yang menangani kapal-kapal laut. Pelabuhan perikanan adalah pelabuhan yang digunakan untuk berlabuhnya kapal-kapal penangkap ikan serta menjadi tempat distribusi maupun pasar ikan. Berikut hal-hal yang penting agar pelabuhan dapat berfungsi, antara lain o Adanya kanal-kanal laut yang cukup dalam minimum 12 meter. o Perlindungan dari angin, ombak, dan petir. o Akses ke transportasi penghubung seperti kereta apai dan truk. o Galangan kapal, adalah sebuah tempat yang dirancang untuk memperbaiki dan membuat kapal. Kapal-kapal ini dapat berupa yacht, armada militer, cruisine line, pesawat barang atau penumpang. Peran dan fungsi pelabuhan laut terdiri dari 1. Pelabuhan Internasional hub utama primer adalah pelabuhan utama yang memiliki peran dan fungsi melayani kegiatan bongkar muat penumpang dan barang internasional dalam volume besar karena Page 7 kedekatan dengan pasar dan jalur pelayaran internasional serta berdekatan dengan jalur laut kepulauan Indonesia. 2. Pelabuhan Internasional utama sekunder adalah pelabuhan utama yang memiliki peran dan fungsi melayani kegiatan bongkar muat penumpang dan barang nasional dalam volume yang relatif besar karena kedekatan dengan jalur pelayaran nasional dan internasional serta mempunyai jarak tertentu dengan pelabuhan internasional lainnya. 3. Pelabuhan nasional utama tersier adalah pelabuhan utama memiliki peran dan fungsi melayani kegiatan bongkar muat penumpang dan barang nasional dengan volume sedang dengan memperhatikan kebijakan pemerintah dalam pemerataan pembangunan nasional dan meningkatkan pertumbuhan wilayah, mempunyai jarak tertentu dengan jalur/rute lintas pelayaran nasional dan antar pulau serta berada dekat dengan pusat pertumbuhan wilayah ibukota kabupaten/kota dan kawasan pertumbuhan nasional. 4. Pelabuhan regional adalah pelabuhan pengumpan yang berfungsi untuk melayani kegiatan bongkar muat penumpang dan barang dalam jumlah kecil dan jangkauan pelayanan antar kabupaten/kota serta merupakan pengumpan kepada pelabuhan utama. 5. Pelabuhan lokal adalah pelabuhan pengumpan yang berfungsi khususnya untuk melayani kegiatan bongkar muat penumpang dan barang dalam jumlah kecil dan jangkau pelayanannya antar kecamatan dalam kabupaten/kota serta merupakan pengumpan kepada pelabuhan utama dan pelabuhan regional. Berdasarkan jenisnya pelabuhan dibedakan atas  Pelabuhan umum digunakan untuk melayani kepentingan umum sesuai ketetapan pemerintah dan mempunyai fasilitas karantina, imigrasi dan bea cukai.  Pelabuhan khusus yang digunakan untuk melayani kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu. Jaringan pelayanan transportasi laut dibedakan menurut kegiatan dan sifat kegiatannya,jaringan transportasi laut terdiri dari Page 8 Jaringan Transportasi Laut Dalam Negeri, terdiri dari - Jaringan transportasi laut utama yang menghubungkan antar pelabuhan yang berfungsi sebagai pusat akumulasi dan distribusi; - Jaringan transportasi menghubungkan laut pelabuhan pengumpan yang berfungsi yaitu yang sebagai pusat akumulasi dan distribusi dengan pelabuhan yang bukan berfungsi sebagai pusat akumulasi dan distribusi. Disamping itu, jaringan ini juga menghubungkan pelabuhan-pelabuhan yang berfungsi sebagai pusat akumulasi dan distribusi; - Jaringan transportasi laut perintis yaitu menghubungkan daerah terpencil atau daerah yang belum berkembang dengan pelabuhan yang berfungsi sebagai pusat akumulasi dan distribusi atau pelabuhan yang bukan berfungsi sebagai pusat akumulasi dan distribusi. Jaringan Transportasi Laut Luar Negeri Jaringan pelayanan ini ditetapkan dengan memperhatikan perkembangan pusat industri, perdagangan dan pariwisata pengembangan daerah, keterpaduan intra dan antar moda transportasi dan perwujudan kesatuan wawasan nusantara. Berdasarkan sifat pelayanannya jaringan pelayanan transportasi laut terdiri dari - Jaringan pelayanan transportasi laut tetap dan teratur yaitu jaringan pelayanan dengan rute dan jadwal yang telah ditetapkan. - Jaringan pelayanan transportasi laut tidak tetap dan tidak teratur yaitu jaringan pelayanan dengan rute dan jadwal yang tidak ditetapkan. Keunggulan dan Kelemahan Transportasi Laut Dalam sebuah infrastruktur terdapat sarana dan prasarana yang dapat diunggulkan sehingga memicu berkembangnya infrastruktur tersebut. Akan tetapi selain itu ada juga sarana dan prasarana infrastruktur yang bisa menghambat berkembangnya infrastruktur transportasi, infrastruktur lebih khususnya Page 9 tersebut. Tidak transportasi terkecuali laut dalam perkembangan yang semakin canggih ini bidang transportasi laut dituntut untuk mengembangkan sarana dan prasarana yang ada sehingga transportasi laut semakin berkembang dan memenuhi fungsi utamanya yaitu membantu aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Adapun keunggulan dari transportasi laut dibandingkan dengan transportasi yang lain adalah sebagai berikut  Murah dibandingkan dengan pesawat.  Mampu mengangkut dalam jumlah yang besar.  Jaringan alamiah.  Dapat menggunakan jalur mana saja jalur lintas luas.  Servis yang fleksibel.  Polusi rendah.  Kanal memacu pertumbuhan industri.  Menjadi sarana penghubung transportasi darat. Selain keunggulan, hal-hal berikut merupakan kelemahan yang menghambat perkembangan transportasi laut. Adapun kelemahan transportasi laut adalah sebagai berikut  Tidak cocok untuk barang-barang yang mudah rusak atau membususk.  Lebih lambat dibandingkan pesawat.  Kanal perlu biaya mahal untuk pembangunannya.  Kendala cuaca yang signifikan.  Tidak cocok untuk jarak dekat.  Jalur yang memutar sebab terhalang daratan route tidak fleksibel.  Sulit melakukan transit di segala tempat kendala kedalaman laut. Jenis-Jenis dan Permasalahan Transportasi Laut Kapal laut adalah alat transortasi yang bergerak di perairan. Kapal laut memiliki banyak fungsi selain mengangkut penumpang. pembahasan jenis-jenis kapal beserta fungsinya, sebagai berikut Page 10 1 Kapal Penumpang Jenis kapal laut ini sangat akrab dengan kehidupan kita. Fungsinya diperuntukkan bagi penumoang yang hendak bepergian lintas benua, kapasitasnya bisa mencapai ribuan orang dengan fasilitas lengkapdan arsitektur mewah yang terkenal adalah Titanic, Queen Marry, dan Queen Elizabeth II. Gambar Kapal Penumpang Sumber 2 Kapal Barang Kapal jenis ini juga merupakan kapal yang sibuk melintasi lautan membawa muatan barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Kapal barang menjadi urat nadi aktivitas perdagangan dunia, karena berperan penting dalam aktivitas ekspor dan impor. Selain ukurannya yang besar dan mampu membawa banyak muatan, kapal ini juga mampu berlayar sangat jauh. Page 11 Gambar Kapal Barang Sumber 3 Kapal Tanker Kapal ini memiliki ukuran yang sangat besar, dengan fungsi untuk mengangkut minyak yang dikendalikan oleh komputer dan sistem navigasi yang canggih melalui satelit. Tanker yang berukuran raksasa disebut supertanker. Supertanker ini memiliki panjang mencapai 378 meter dengan lebar 50 meter dan berat kosong ton. Ukuran yang jumbo tersebut mampu mengangkat minyak mentah hampir mencapai satu juta barrel. Gambar Kapal Tanker Sumber Page 12 4 Kapal Feri Kapal ini memiliki fungsi sebagai alat penyebrangan untuk melintasi selat atau laut diantara dua pulau. Meski ukurannya tidak sebesar kapal penumpng, kapal feri mampu mengangkut banyak penumpang sekaligus kendaraan-kendaraan sepert mobil, bus dan truk. Ukuran transportasi laut antar pulau inilah yang diandalkan. Di Indonesia, kapal feri memiliki waktu yang sibuk ketika setiap libur lebaran, yang melayani ribuan pemudik yang ingin pulang kampung keluar dari pulau. Gambar Kapal Feri Sumber 5 Kapal Selam submarine Kapal ini memiliki keunikan karena bergerak dengan tidak terapung di permukaan laut, melainkan menyelam ke dalam laut. Kini hampir semua kapal selam digunakan untuk tujuan militer dengan penelitian bawah laut, namun ada juga yang dibuat khusus untuk perjalanan wisata. Cara kerja kapal selam ini menggunkan prinsip archimedes, dimana terdapat ruang-ruang yang berfungsi sebagai pemberat. Jka ingin menyelam, maka ruang pemberat akan diisi air sehingga kapal akan tenggelam. Sebaliknya jika ingin naik ke permukaan, maka ruang pemberat diisi udara dan air dikeluarkan. Page 13 Gambar Kapal Selam Sumber 6 Kapal Perang Kapal ini sesuai dengan namanya, dengan fungsi untuk membantu kegiatan perang. Kapal perang memiliki beberapa jenis diantaranya yaitu kapal induk yang digunakan untuk membawa armada tempur udara, kapal perusak destroyer yang digunakan untuk kapal lawan perang, kapal penjelajah cruiser yang digunakan untuk berlayar dalam waktu yang lama dan berperrang ditempat yang jauh, serta kapal penyapu ranjau yang berfungsi untuk mencari dan menghancurkan ranjau berat. Gambar Kapal Perang Sumber Page 14 7 Kapal Tunda Kapal ini berfungsi untuk menarik kapal lain yang lebih besar ketika akan merapat atau meninggalkan pelabuhan yang sempit. Meski ukurannya kecil, tenaganya cukup besar untuk menarik kapal-kapal besar. Kadangkadang, untuk menarik kapal yang berukuran super seperti kapal induk diperlukan beberapa kapal tunda untuk menariknya. Gambar Kapal Tunda Sumber 8 Kapal Penangkap Ikan kapal ini digunakan para nelayan untuk menangjap ikan. Dengan dilengkapi jala yang berukuran besar, banyak ikan yang ditangkap dengan cepat. Kapal ini juga memiliki ruang pendingin untuk menyimpan ikan hasil tangkapan supaya ikan tetap segar setelah tiba dipelabuhan. Gambar Kapal Penangkap Ikan Sumber Page 15 9 Kapal Layar Kapal ini sudah ada sejak zaman dahulu sebelum ditemukannya motor penggerak modern. Kapal ini bergerak menggunakan tenaga angin dengan memanfaatkan layar yang terbentang lebar. Kapal ini kini digunakan sebagai kegiatan olahraga. Gambar Kapal Layar Sumber 10 Kapal Penyelamat lifeboat Lifeboat digunakan oleh tim penyelamat apanila terjadi musibah dilaut, misalnya terjadi musibah kapal tenggelam. Lifeboat dapat melakukan pencarian dan penyelamatan korban musibah laut meski dalam kondisi cuaca buruk misalnya badai. Gambar Kapal Penyelamat lifeboat Sumber Page 16 Tarif Transportasi laut berlaku untuk pengiriman barang di Indonesia, meliputi tarif yang terdiri dari a. Tarif Pelayanan Nusantara Tarif uang tambang yang dibayar oleh pemilik barang kepada perusahaan pelayaran atas jasa yang diberikan untuk melakukan pengangkutan barang melalui laut dikenal dengan nama tarif uang tambang nusantara. Tarif angkutan laut ini ditetapkan berdasarkan komponen biaya, yaitu  Biaya pelayaran yang dinyatakan dalam biaya rupiah per ton mil pelayaran kapal,  Biaya kapal di pelabuahan yang dihitung menurut besarnya biaya pengeluaran kapal di pelabuhan muat dan di pelabuhan bongkar dan  Golongan barang. b. Tarif OPT/OPP Tarif OPP/OPT onkos pelabuhan pemuatan/ ongkos pelabuhan tujuan yang merupakan balas jasa untuk pekerjaan board stevedoring, cargodoring, dan receiving/delivery di pelabuhan pemuatan dan di pelabuhan tujuan.  Tarif “board stevedoring” dikenakan atas jasa pekerjaan membongkar muatan dari dek kapal ke dermaga dan sebaliknya  Tarif “cargodoring” dikenakan atas jasa mengeluarkan muatan dari jaringan di atas dermaga, mengangkat ke gudang, menyusun di dalam gudang dan sebaliknya.  Traif “receiving/delivery” dikenakan atas pekerjaan mengambil muatan dari gudang tempat penumpukan dan penyerahan sampai ke atas kendaraan yang merapat ke gudang darat dan sebaliknya. Tinggi tarif tergantung pada golongan dan jenis barang. Page 17 c. Tarif Pemakaian Fasilitas Pelabuhan Tarif Pemakaian Fasilitas Pelabuhan, terdiri dari sewa gudang dan sewa tempat penumpukan dan fasilitas pelabuhan. d. Tarif Ekspedisi Muatan Kapal Laut EMKL, Tarif Ekspedisi Muatan Kapal Laut EMKL meliputi balasan jasa atas pekerjaan inklaring dan uitklaring. tarif EMKL ini dihitung berdasarkan berat/ton barang, dimana pengurusan dokumenya dilakukan oleh perusahaan EMKL. Penggunaan transportasi laut tidak terlepas dari adanya resiko kecelakaan yang dapat menimpa kapal maupun penumpang didalamnya. Tingginya kasus kecelakaan laut di Indonesia harus menjadi perhatian seluruh pihak, bukan hanya pemilik kapal, melainkan juga pemerintah, instansi terkait dan masyarakat. Penyebab utama kecelakaan laut pada umumnya karena faktor kelebihan angkutan dari daya angkut yang telah ditetapkan, baik angkutan barang maupun angkutan orang. Bahkan tidak jarang pemakai jasa pelayaran memaksakan diri naik kapal meskipun kapal sudah penuh dengan tekad asal dapat tempat di atas kapal. Indonesia mempunyai catatan buruk dalam hal kecelakaan transportasi kapal laut karena menewaskan ratusan korban jiwa. Adapun kecelakaan yang yang pernah terjadi di Indonesia beserta penyebabnya yaitu 1. Jumlah Penumpang yang tidak sesuai dengan kapasitas Dalam kasus kecelakaan transportasi laut sebagian besar kecelakaan yang terjadi adalah akibat dari jumlah penumpang yang tidak sesuai dengan kapasitas dari kapal yang berlayar. Hal ini selain disebabkan kelalaian dari nahkoda kapal kadangkala juga disebabkan kelalaian dari pengawasan pelabuhan ketika kapal akan diberangkatkan. Hal ini juga disebabkan para pegawai yang dipelabuhan masih menganggap remeh akan standarisasi yang telah ditetapkan. Seperti yang terjadi pada perairan Indonesia beberapa saat yang lalu. Sebanyak 33 imigran yang menumpang kapal Indonesia menuju Australia tenggelam akibat dari jumlah muatan yang sangat berlebih. Kapal yang seharusnya hanya diisi oleh 150 orang, diisi Page 18 dengan jumlah penumpang sebanya 300 orang. Dalam kasus inihuman error yang terjadi adalah akibat kesalahan dari nahkoda yang menyetir kapal. Karena imigran-imigran ini adalah imigran yang ilegal sehingga tidak berada dalam pengawasan pelabuhan. 2. Faktor Teknis Faktor lain yang terjadi biasanya sebagai penyebab dari kecelakaan tranportasi lau adalah faktor teknis. Faktor teknis ini banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya. Seperti desain kapal yang tidak sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan. Ada pula maintenance yang dilakukan oleh para awak kapal yang masih tidak terjadwal dilakukan. Sehingga ketika kapal berlayar terjadi panas mesin yang menyebabkan mesin panas. Ataupun faktor teknis ketika membawa barang-barang yang berbahaya. Karena tidak adanya kesadaran untuk menjaga kapal dari awak kapal menyebabkan kapal meledak dan terbakar. Kejadian-kejadian yang terjadi akibat faktor teknis ini seperti yang terjadi pada Kapal Marina. Seperti yang terjadi pada tahun 2009 yaitu kecelakaan KMP Teratai Prima di Tanjung Baturoro, Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang menewaskan 334 korban jiwa dan 36 orang lain berhasil diselamatkan. kecelakaan ini juga diduga karena spesifikasi mesin yang tidak memadai untuk kapal tersebut. Kapal ini hanya menggunakan mesin 2×520 pk, ukuran mesin ini biasa digunakan sebuah mobil dan kapasitas daya tampung bahan bakarnya hanya 6 ton. 3. Pengelolaan Lalu Lintas Pengelolaan lalu lintas di bidang transportasi laut baik kapal yang akan memasuki ataupun yang meninggalkan pelabuhan, berfungsi untuk kelancaran arus lalu lintas di pelabuhan. Kurangnya sistem informasi dan koordinasi akan menyebabkan beberapa kerugian, diantaranya keterlambatan waktu kedatangan dan keberangkatan kapal, peningkatan jumlah antrian, hingga memungkinkan terjadinya kecelakaan. Contoh kecelakaan dari penyebab tersebut Page 19 yaitu kapal tanker pembawa BBM mengalami tabrakan di Sungai Kapuas 7 April 2017. Kapal tanker ini membawa 22 orang anak buah kapal dan dinakhodai oleh Ishak. Sementara KM Rokan Permai membawa 16 orang ABK dan dinakhodai oleh Johanis Viani Rambing dengan tujuan Pontianak-Dumai. apal KM Rokan Permai sedang mengarah ke alur Pontianak-Dumai. Namun di arah berlawanan ada kapal tanker pembawa BBM. 4. Faktor Cuaca Faktor cuaca buruk merupakan permasalahan yang sering dianggap sebagai penyebab utama dalam kecelakaan laut. Permasalahan yang biasanya dialami adalah badai, gelombang yang tinggi, arus yang besar, kabut yang mengakibatkan jarak pandang yang terbatas, ini semua yang dipengaruhi oleh musim. Pada 5 Desember 2016, terjadi kecelakaan di perairan Madura dan Batam. Kapal Sinar Laut Mutiara dilaporkan tenggelam. Kapal berbobot 50 GT dinakhodai Ali Imron sesuai manifest mengangkut 9 orang anak buah kapal ABK, pegawai ternak 6 orang, dan ditambah 11 orang pegawai tambahan. Namun semua ternak yang dibawa ikut tenggelam bersama kapal. Kecelakaan laut terjadi lagi karena faktor cuaca. 5. Human Error Para awak kapal harus memiliki pengetahuan knowledge, pemahaman understanding, kecakapan proficiency serta keterampilan skill yang diperlukan untuk mengantisipasi resiko kecelakaan, dan meminimalisir kesalahan manusia human error, sebagai salah satu faktor kecelakaan laut yang terjadi. Kecelakaan yang terjadi di sungai, danau dan penyebrangan yang sampai ke Mahkamah Pelayaran pada tahun 2006 lebih disebabkan karena faktor kesalahan manusia 88% dan hanya sedikit kejadian kecelakan di perairan yang disebabkan oleh faktor alam. Page 20 BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari pembahasan mengenai transportasi laut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh dari sarana dan prasarana itu adalah Sarana dan prasarana transportasi memiliki beberapa dampak yang secara langsung maupun tidak langsung dalam masyarakat. Ketersediaan dan lancarnya sarana dan prasarana transportasi menghapuskan perisolasian suatu daerah serta aksesibilitas pun semakin meningkat. Peningkatan ini membuka suatu peradaban baru bagi daerah pedesaan tersebut. Sehingga kemajuan dan modernisasi yang berasal dari daerah pusat pemerintahan dapat dengan mudah masuk. Kebutuhan transportasi merupakan kebutuhan turunan derived demand akibat aktivitas ekonomi, sosial, dan sebagainya. Sarana transportasi yang ada di laut memegang peranan vital dalam aspek sosial ekonomi melalui fungsi di stribusi antara daerah satu dengan daerah yang lain. Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Rekomendasi Untuk meminimalisir kecelakaan di laut, terutama yang disebabkan oleh faktor human error yang menjadi topik pembahasan makalah ini maka diperlukan peran semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun swasta. Berikut beberapa saran yang dapat disampaikan sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadi kecelakaan transportasi laut. 1. Sistem navigasi kapal dan semua peralatan yang dipergunakan di kapal angkutan transportasi laut harus segera dilengkapi dan dilakukan perawatan secara berkala. 2. Pengadaan sistem patroli perlu dilakukan, berkaitan dengan ketidaknyamanan jalur-jalur pelayaran saat ini, terutama untuk menjaga keamanan penumpang dan barang, penertiban terhadap Page 21 kapal yang mengangkut penumpang dan barang yang berlebih, serta kapal-kapal yang tidak memiliki fasilitas keamanan yang memadai. 4. Perlu diadakannya gerakan sadar keselamatan pelayaran nasional serta menanamkan budaya keselamatan safety culture di lingkungan masyarakat Indonesia khususnya di bidang maritim. 5. Meningkatkan kompentensi Nakhoda dan Awak Kapal dengan sertifikasi Pelaut. Page 22 DAFAR PUSATAKA diakses oleh Nurhidayati pada 5 Mei 2017 pukul 2100 WIB Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pelayaran Page 23 Page 24 Alat transportasi laut tradisional, gambar dan penjelasannya merupakan informasi penting untuk disampaikan kepada para pembaca yang budiman. Kita tahu bahwa peran kendaraan laut menjadi bagian dari sejarah umat manusia dalam berkatifitas khsususnya di air, apakah laut, sungai dan danau. Alat transportasi laut tradisional dari masa ke masa mengalami beberapa perubahan, baik bentuk maupun fungsinya. Hal ini terjadi bersamaan dengan kebutuhan manusia akan efektifitas dalam berkendearan di laut. Usianya pun tidak bisa di ukur oleh waktu. Selama masih dibutuhkan oleh manusia, maka alat transportasi laut akan terus digunakan sampai manusia tidak membutuhkannya lagi. Sarana dan prasarana transportasi laut untuk mengangkat benda juga sangat dibutuhkan. Hal ini membantu agar lalu lintas laut menjadi lancar, seperti pelabuhan, tempat peti kemas, perawatan laut dari kejahatan dan lain sebagainya. Jika dibandingkan dengan alat kendaraan darat tradisional, maka dapat disimpulkan alat transportasi laut tradisional yang akan kami jabarkan ini memiliki yang namanya keunggulan dan kelemahan. Salah satu keunggulannya adalah dilaut tidak mengalami macet, sedangkan kelemahannya, resiko di laut lebih besar ketimbang di darat. Kemudian, seiring berjalannya sang waktu, alat transportasi laut yang tradisional akan tergerus dengan hadirnya kendaraan laut yang modern. Dipastikan banyak orang akan memilih yang modern karena lebih banyak kelebihannya, salah duanya nyaman dan safety. Di Indonesia sendiri banyak dikenal alat transportasi laut tradisional karena memang negara yang berbasis wilayah kepulauan, ada pulau dari Sabang sampai Merauke. Gambarnya bisa dengan mudah Anda temukan di laman Komunikasi Daring melalui sarana alat komunikasi modern yang Anda miliki, apakah gagdet, tablet dan laptop. Pastikan perangkat tersebut terkoneksi dengan jaringan intenet. Baiklah, tanpa berlama – lama lagi, langsung saja kita bahas satu persatu mengenai apa saja alat transportasi laut tradisional yang pernah ada, baik di Indonesia maupun di dunia. Berikut informasinya. 1. Sampan2. Rakit/Getek3. Patorani4. Jukung5. Kora – Kora6. Golekan Lete7. Sandeq8. Padewakang9. Pakur10. Pledang11. Pencalang12. PinisiNasib Alat Transportasi Laut Tradisional Di Masa Depan1. Di Musnahkan2. Dijadikan Barang AntikGallery 12 Alat Transportasi Laut Tradisional, Gambar dan PenjelasanRelated posts 1. Sampan Sampan via Gatra Sampan adalah salah satu alat transportasi tradisional air yang banyak digunakan di beberapa wilayah di Asia Tenggara hingga saat ini. Kata Sampan berasal dari bahasa Tionghoa yaitu “sam” yang berarti tiga dan “pan” yang berarti papan. Kata ini digunakan untuk merujuk pada rancangan perahu ini, yang terdiri dari sebuah dasar yang datar dibuat dari selembar papan dua lembar papan lainnya dipasang di kedua belah sisinya. Sampan sendiri sebenarnya adalah sebuah perahu kayu Tiongkok yang memiliki dasar yang relatif datar, dengan ukuran sekitar 3,5 hingga 4,5 meter yang digunakan sebagai alat transportasi sungai dan danau atau menangkap ikan. Sampan dapat mengangkut penumpang 2 – 8 orang, tergantung ukuran sampan. Sampan digerakkan dengan sepotong galah, dayung atau dapat pula dipasangi motor di bagian belakangnya. Ada juga sampan yang memiliki layar sebagai penggeraknya. 2. Rakit/Getek Getek via Youtube Rakit adalah susunan benda yang mengapung dan berbentuk datar untuk perjalanan di atas air dan merupakan rancangan perahu paling dasar yang cirinya tak memiliki lambung. Sebagai gantinya, rakit dijaga mengapung menggunakan gabungan bahan ringan seperti kayu, tong tertutup, maupun ruang air dipompa. Rakit tradisional ataupun primitif dibuat dari kayu atau bambu. Rakit modern juga menggunakan ponton, drum, atau balok polistirena. Rakit pompaan menggunakan susunan berlapis-lapis yang lebih elastis dan tahan lama. Bergantung pada penggunaan dan ukurannya, rakit bisa memiliki atap, tiang, maupun kemudi. 3. Patorani Patorani via Kompas Sejak abad ke-17 masehi perahu ini digunakan oleh orang-orang Makassar untuk memancing guna mencari makanan laut, sebagai transportasi antar jemput manusia, dan untuk perdagangan. Bahkan pada masa kesultanan Gowa perahu ini digunakan sebagai perahu perang. Nama Patorani memiliki arti penangkap ikan terbang. Perahu nelayan Patorani memiliki lambung jenis pajala dengan pemasangan kemudi ala Makassar dan tiang tripod. Tiang tripod kedua didukung oleh atap geladaknya. Perahu ini membawa galah kayu sebagai bahan untuk memancing dan juga membawa perangkap ikan berbentuk keranjang. Layarrnya biasanya menggunakan layar persegi miring layar tanja atau layar lateen. 4. Jukung Jukung via Tripadvisor Jukung atau juga dikenal sebagai cadik adalah perahu kecil bercadik kayu dari Indonesia. Pada awalnya jukung digunakan sebagai perahu tradisional nelayan untuk menangkap ikan. Di daerah kalimantan, Orang-orang menggunakan Jukung sebagai alat transportasi dalam kegiatan sehari-hari seperti pergi ke kantor, ke sekolah, atau berbelanja di pasar terapung. Saat ini ada versi modern Jukung yang terbuat dari pipa High Density Polyethylene HDPE di Indonesia. Diiklankan sebagai perahu yang tidak dapat tenggelam, badan utama terbuat dari pipa HDPE tertutup yang mengandung udara tertutup sebagai sumber daya apungnya. 5. Kora – Kora Kora – Kora via Malukupost Kora-kora adalah perahu tradisional Kepulauan Maluku, Indonesia. Perahu ini digunakan untuk perdagangan dan peperangan. Kora-kora yang lebih besar digunakan sebagai kapal perang selama perang dengan Belanda di Kepulauan Banda selama abad ke-17. Sejak zaman dahulu para pengemudi dan pendayung perahu dayung tradisional Maluku ini berteriak Mena Muria’, untuk menyesuaikan tolakan dayung mereka saat ekspedisi di pantai. Ini berarti maju – mundur’, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi Aku pergi – kami mengikuti’ atau satu untuk semua – semua untuk satu’. Kora-kora memiliki panjang kira-kira 10 meter dan sangat sempit, biasanya terbuka, sangat rendah, dengan berat kira-kira 4 ton. Kendaraan tersebut memiliki cadik bambu sekitar lima kaki 1,5 m dari setiap sisi, yang mendukung sebuah panggung bambu yang memanjang sepanjang kapal. Di bagian luar duduk dua puluh pendayung secara keseluruhan dibutuhkan 40 pendayung. Sementara di bagian dalam bisa dilewati dari depan sampai belakang. Bagian tengah perahu ditutupi dengan atap ilalang, di mana ada barang dan penumpang. Deknya tidak lebih dari satu kaki 30 cm di atas air, karena berat bagian atas dan berat bagian samping yang besar. 6. Golekan Lete Golekan Lete via Wikipedia Perahu Golekan adalah jenis perahu tradisional dari Madura, Indonesia. Golekan adalah jenis perahu pribumi, tanpa jejak pengaruh modern dalam bentuk lambung, konstruksi, atau sistem dalam budaya Madura dianggap sebagai “laki-laki”, bahkan disebut sebagai parao laki perahu laki-laki, sehingga memiliki motif ornamen yang berbeda dari lis-alis dan janggolan parao bini – perahu perempuan. Simbol utamanya adalah ayam jantan, yang dalam budaya Indonesia dikaitkan dengan pertarungan dan keberanian. Orang-orang madura dahulu berlayar sampai sejauh Singapura, di mana mereka disebut sebagai perahu dagang Madura. Golekan memiliki linggi tunggal yang besar dan gemuk seperti leti leti, dengan motif gulungan yang dicat hitam. Ia memiliki rumah geladak tanpa kabin kedua di bagian akhir buritan perahu. Biasanya memiliki 2 layar umumnya layar lete, dengan sokong tiang penyangga bagian atas yang didukung oleh galah sementara pada sisi searah dengan angin, atau di kedua sisinya, dengan tali pendukung pada kedua sokong atas. Lambung kapal selalu dicat putih, dengan garis tipis berbagai warna, sedangkan bagian atas tiang akhir serta dekorasi dicat hitam. 7. Sandeq Sandeq via Tribunnews Sandeq adalah jenis perahu layar bercadik yang telah lama digunakan melaut oleh nelayan Mandar atau sebagai alat transportasi antar pulau. Nama Sandeq berasal dari bahasa Mandar yang berarti runcing. Perahu ini sangat masyhur sebagai warisan kebudayaan bahari Masyarakat Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Sebelum penggunaan motor mesin, Sandeq menjadi salah satu alat transportasi antar pulau paling dominan sebab selain licah dan cepat, sandeq juga dapat berlayar melawan arah angin, yaitu dengan teknik berlayar zigzag. Ukuran Sandeq bervariasi, dengan lebar lambung berkisar antara 0,5 – 1 meter dan panjang 5 – 15 meter, dengan daya angkut mulai dari beberapa ratus kilogram hingga 2 ton lebih, dikiri-kanannya dipasang cadik dari bambu sebagai penyeimbang,mengandalkan dorongan angin yang ditangkap layar berbentuk segitiga, mampu dipacu hingga kecepatan 15 – 20 Knot atau 30 – 40 Km perjam . Bentuknya yang ramping menjadikannya lebih lincah dan lebih cepat dibandingkan dengan perahu layar lainnya sebab itulah sandeq dikenal sebagai perahu layar yang cantik dan tercepat juga mampu menerjang ombak yang besar sekalipun. 8. Padewakang Padewakang via Wikipedia Padewakang adalah perahu tradisional yang digunakan oleh suku Bugis, Mandar, dan orang-orang Makassar dari Sulawesi Selatan. Padewakang digunakan untuk pelayaran jarak jauh oleh kerajaan-kerajaan di Sulawesi selatan. Padewakang adalah kapal Sulawesi Selatan yang terbesar yang berfungsi sebagai kapal dagang dan kapal perang, digunakan selama ratusan tahun yang berlayar di lautan antara Papua Barat, bagian selatan Filipina, dan semenanjung Malaya. Bahkan ada publikasi Belanda tentang padewakang dengan layar terkembang di teluk Persia. H. Warington Smyth mendeskripsikan sebuah padewakang besar yang terbuat dari kayu giam dengan 2 tiang layar. Dimensinya adalah sebagai berikut 99 kaki 30,2 m panjang, 15 kaki 4,6 m lebar, 12 kaki 3,7 m kedalaman, dengan lambung bebas air setinggi 6 kaki 3 inci 1,91 m. Kapasitasnya 60 koyan 145 metrik ton, dengan tiang utama setinggi 60 kaki 18,3 m, diawaki oleh 16 orang. Biasanya berbobot antara 20 sampai 50 ton, memiliki satu atau dua tiang dengan layar tanja. Seperti perahu tradisional Nusantara lainnya, ia dikemudikan menggunakan 2 kemudi samping. 9. Pakur Pakur аdаlаh perahu tradisional khas mandar yang memiliki bentuk perahu gempal уаng bodinya tinggi, tарі panjangnya rata-rata delapan meter. Rata-rata tinggi lambung pakur lebih dari satu meter. Jika melihat ukuran lambung, pakur аdаlаh jenis perahu bercadik yang berukuran besar. Peneliti perahu dari Jepang Prof. Osozawa Katsuya mengaku jenis perahu pakur adalah salah satu bentuk evolusi perahu bercadik yang dibuat orang-orang Austronesia, yaitu penggunaan papan dek sebagai penutup lambung. 10. Pledang Perahu layar ini digunakan oleh kaum pemburu paus di Nusa Tenggara Timur. Di bagian depan perahu terpasang papan atau bambu sebagai pijakan bagi lemafa juru tikam saat meloncat dan menghunjamkan tempuling ke tubuh paus. Di Lamalera, pledang dirakit memakai pasak kayu dan digerakkan dengan dayung. Sementara di Lamakera, pledang lebih modern dengan memakai paku dan mesin tempel. Dalam satu pledang masing-masing kru mendapat tugas dan sebutan khusus. Pelempar tombak disebut lamafa, tugasnya menghujamkan tempuling tombak khusus tepat pada titik lemah ikan paus. Lamafa berdiri dianjungan perahu, dan dibantu oleh seorang asisten yang mengatur pergerakan tali di belakangnya. Pendayung pledang disebut matros atau abk. Sedangkan nahkoda atau yang disebut lama uri duduk di buritan kapal, tugasnya memegang kemudi dan mengendalikan arah pledang. 11. Pencalang Pada awalnya, kapal jenis ini dibuat oleh orang-orang Melayu, tetapi telah ditiru oleh pembuat kapal Jawa. Pencalang adalah kapal dagang tradisional dari Nusantara. Dalam sejarah ia disebut sebagai pantchiallang atau pantjalang. Pada akhir abad ke-17 kapal ini telah dibangun oleh pembuat kapal Jawa dan China disekitar Rembang. Namun kapal ini adalah pilihan populer untuk nakhoda Bali diikuti oleh nakhoda Sulawesi. Pencalang memiliki buritan depan dan belakang yang sangat melengkung dan dasar lambung bundar. Freeboard rendah dinaikkan di tengah kapal melalui sisi kanan. Kapal memiliki balok melintang yang berat dan dek sebagian maupun dek kontinu. Kapal dikemudikan dengan kemudi sisi yang dapat digunakan dengan kait di kedua sisi kapal. Panjang kapal lokal asli adalah 10,7 hingga 16,5 m dengan lebar 3,7 hingga 5,5 m. Draf 1,8 hingga 3,7 m, sedikit lebih besar dari yang dibangun untuk pedagang perorangan. 12. Pinisi Pinisi via Kompasiana Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan. Kapal kayu Pinisi telah digunakan di Indonesia sejak beberapa abad yang lalu, diperkirakan kapal pinisi sudah ada sebelum tahun 1500an. Menurut naskah Lontarak I Babad La Lagaligo pada abad ke 14. Dalam sejarah, para pelaut Sulawesi dengan kapal pinisi-nya tercatat telah mencapai Pulau Madagaskar di Afrika. Gelombang pertama terjadi pada abad ke-2 dan 4, gelombang kedua datang pada abad ke-10 dan gelombang terakhir pada abad ke-17 masa pemerintahan Sriwijaya. Pendatang dari Indonesia tersebut menetap dan mendirikan sebuah kerajaan bernama Merina. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang. Umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antar pulau. Pinisi adalah sebuah kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunder dengan dua tiang dengan tujuh helai layar yang mempunyai makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengharungi tujuh samudera besar di dunia Lihat Alat Musik Tradisional Aceh Nasib Alat Transportasi Laut Tradisional Di Masa Depan Prediksi terkait dengan bagaiman manusia akan memperlakukan kendaraan laut yang diangggap tradisional di masa depan ada beberapa hal. Anda bisa menambahkannya lagi di kolom komentar jika mempunyai ide terkait hal tersebut. 1. Di Musnahkan Sebagaimana yang dilakukan oleh negara maju. Ketika ada produk baru dari perusahaan di rilis ke publik maka mereka akan menghancurkan produk lama yang dinilai sudah ketinggalan zaman. Ini sangat berdampak kepada perputaran ekonomi sebuah negara. Lalu bagaimana dengan negara berkembang yang tergantung dengan impor? Ya, memang tidak bisa disamakan. Bagi negara berkembang, bisa saja ikut memusnakan. Hal ini bisa terjadi ketika daya beli masyarakatnya tinggi. Jika rendah, maka produk tersebut akan terus digunakan sampai kapan mereka mau. 2. Dijadikan Barang Antik Karena merupakan bagian dari masa lalu, maka alat yang banyak membantu orang di laut ini sebaiknya dijadikan barang antik oleh siapa yang mau. Apakah negara atau warga pribadinya jika mempunyai kelebihan finansial. Perbuatan ini pasti ada yang mau melakukannya. Apalagi bagi mereka yang memang hobinya mengkoleksi sebuah barang antik. Tapi tidak semua kapal atau sampan dijadikan koleksi. Tempat yang ada tidak akan muat. Nah, proses koleksi armada laut tradisional yang menarik terjadi di Aceh. Pasca Tsunami yang melanda, ada kapal yang nyangkut di atas rumah orang dan kini menjadi destinasi wisata. Banyak orang mengunjunginya, baik turis dari dalam negeri dan luar negeri. Lihat Paket Wisata Sabang 2 Hari 1 Malam Kami rasa cukup sekian dulu informasi mengenai alat transportasi laut tradisional disampaikan kepada pembaca yang budiman. Semoga saja memberikan manfaat bagi kta semua. Sampaikan saran dan kritik Anda pada kolom komentar yang ada di bawah ini. Terima kasih sudah mampir. Gallery 12 Alat Transportasi Laut Tradisional, Gambar dan Penjelasan JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai keberadaan tol laut memang sangat membantu distribusi logistik terutama ke daerah-daerah yang selama ini tidak tersentuh oleh moda angkutan darat dan menurut Staf Ahli Kemenko Bidang Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi, terdapat persoalan dasar yang membuat keberadaan tol laut tersebut kurang optimal, yakni terkait waktu. Contohnya, seringkali kapal yang datang membawa barang logistik ke suatu wilayah seperti kebutuhan dasar pokok kembali dengan keadaan kosong."Apakah memang tidak ada barang? Saya rasa mungkin enggak, tetapi karena memang timingnya enggak pas," katanya dalam webinar bertajuk Prospek Ekonomi dan Bisnis Logistik 2021, Rabu 24/3/2021.Mengingat luasnya lautan di Indonesia dengan jarak antar wilayah yang sangat jauh, Edi menyarankan agar sistem tol laut dapat diubah terutama terkait dengan jadwal perjalanan kapal. Menurutnya, sebaiknya tol laut tidak menggunakan pola looping, dimana pola pengiriman barang cenderung berulang tanpa memperhatikan jadwal panen atau ketersediaan komoditas di suatu daerah bahkan menceritakan pengalamannya yang melihat sendiri ketika suatu daerah penghasil jagung yang sebenarnya bisa digunakan untuk pakan ternak di daerah lain yang misalnya penghasil ayam dan JugaDi Luar Ekspektasi, Menhub Kaget Saat Lihat Bandara KuabangPerusahaan Jasa Kurir Siap Berebut Pangsa Pasar Jelang Idulfitri"Tapi kemudian karena adanya tol laut, pengiriman ayam dan telur bisa cepat. Sayangnya begitu tiba di sana jagungnya belum siap [panen], akhirnya ini enggak sesuai [kapal balik dalam keadaan kosong]," ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini Tol Laut Editor Rio Sandy Pradana Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam

keunggulan dan kelemahan transportasi laut